Tuesday, June 25, 2024

Karirnya si Aku

 

Hi, namaku Asri Vitaloka. Sebuah nama yang kusingkat dalam sebuah branding diri hingga bermunculan di berbagai media sosial yang kumiliki. Tak jauh dari saat ini, aku akan berusia 32 tahun. Menunggu beberapa bulan yang seakan terjadi di keesokan hari. Berupaya menciptakan perjalanan karir yang terlihat dalam sebuah branding sederhana dan balutan nama "Asri Vitaloka".

Single, no children, just career and my friends.

Tidak hanya sekali kutuliskan sebuah tulisan dengan wanita dan pilihan hidupnya. Hingga beberapa waktu belakangan aku kembali menemukan beberapa saran mengenai pilihan hidup. Tak akan diberikan pilihan, jika dirimu merasa bahwa tak ada pilihan lainnya hingga kau menjalani sesuatu yang berbeda. Rasa senang, lelah, emosi dan perasaan campur aduk yang akan dialami jika kau mendapati dirimu harus mendalami peran dalam karir hingga bahkan peran dalam memimpin sesuatu. Memastikannya berjalan dengan benar, dan tanpa cela. Tapi, tentu saja itu terkadang terasa tak mungkin.

Kutakutkan menjadi orang yang tak berguna.

Berkarir dalam hampir 10 tahun entah dimanapun tempatnya. Baru kusadari bahwa aku takut menjadi tidak berguna. Sesungguhnya, ini menghasilkan kelelahan dalam fisik dan mental. Selalu berupaya memberikan sesuatu. Dikala badan dan pikiranmu meminta istirahat. Akan ada tim, momen, dan pekerjaan yang selalu mengejarmu. Bahkan diriku merasakan sungguh bersalah jika harus berdiam diri. Merasa tak pernah cukup, walaupun sudah mengerahkan semuanya.

Dan percayalah, dirimu sudah melakukan semaksimalnya. Jika waktumu sudah tak sanggup lagi menanggung upayamu, jerih payahmu. Maka kukatakan, kau sudah mengerahkan semuanya.

Jika kau rasa dirimu tak pernah cukup, maka berhenti berpikir.

Pernah merasa dirimu tak pernah cukup? Menyelesaikan ekspetasi orang lain seakan mengepel hingga kering air lautan di pinggir pantai. Mustahil. Berhenti menyakiti dirimu dengan merasa tak pernah merasa cukup. Siapapun yang berada di hadapanmu juga sedang memantaskan dirinya dalam keadaan yang bisa saja baru dihadapinya. Mereka terbiasa dengan jam terbang. Dan itu hal biasa yang bisa terjadi pada siapapun.

Tak pernah merasa cukup, hanya akan menguras tenagamu. Membuatkanmu pikiran yang tak penting bertubi-tubi hingga menggangu banyak hal baik disekitarmu. So, berhentilah berpikir.

Beristirahatlah, berikan dirimu sebuah waktu.

Belum lama kudapati sebuah isu akan bergerak. Seketika kudapati diri memasuki mode fight. Berupaya untuk memperjuangkan sesuatu yang belum jelas terlihat. Dirimu, tubuh dan pikiranmu. Seakan mengambil alih badanmu. Berupaya mempersiapkan hal terbaik dan takut merusak sesuatu yang justru belum terlihat. Hay, dirimu. Anda bukanlah sebuah robot.

Ini bukan medan perang dengan perangkat robot yang menempel di badan kasarmu. Bersikaplah layak selayaknya memastikan dirimu hanya sebagai human yang butuh beristirahat. Tidak harus selalu bersiap dan menjadi sempurna.


Tak mudah menjadi dirimu, apalagi orang lain.

Kudapati dirimu saja terkadang menyerah, apalagi orang lain. Tak sedikit yang menyimak dan melihat bahwa dirimu sedang berpura-pura. Namun, sebagian hanya berjumpa dengan topengmu yang memperlihatkan kau baik-baik saja. Iya, tak mudah menjadi dirimu. Apalagi orang lain.

Jangan pernah meragukan dirimu yang ingin menjalankan kehidupan dengan sempurna. Tak harus selalu kuat. Beristirahatlah jika kau lelah. Kembalilah jika kau telah siap. Selalu akan ada tempat untukmu.

Kenang masa lalu secukupnya, dan sambut hangat masa depan.

Silahkan tanyakan pada diriku. Sanggupkah aku menjalani masa lalu dua kali? Tentu tidak. Namun kini kutetap berdiri menghadapi ketakutan masa depan dan tak jarang lupa merasakan. Telah banyak kenangan masa lalu yang memberikan modal kekuatan untuk menghadapi hal- hal di masa depan. Kau tak pernah percaya. Namun, dengan berat hati kusampaikan,”Kau telah sampai”.

Tidak mengetahui masa depan sungguh membuatmu bingung. Yang kau butuhkan adalah menyambutkan hangat, seakan mengenakan selimut hangat di malam dingin dan membawa secangkir teh hangat didepanmu. Gelap, cuaca dingin, namun kau aman (bersama teman-temanmu).

Kalau kamu lagi ngerasa butuh bacaan acak dan agak bimbang dengan pikiran serta mood yang ada? Boleh deh nyobain check tulisanku yang berjudul "Ga Papa". Aku ngga berjanji dari apa-apa kamu bisa ga papa setelah baca ya. Yah, minimal mungkin ada satu dua hal yang bisa kamu dapat.

Salam – Asri Vitaloka.

No comments:

Post a Comment